V3n2y's Blog

Just another WordPress.com weblog

Hydrogel, media tanaman unik bagi lingkungan Desember 2, 2009

Filed under: Uncategorized — v3n2y @ 3:10 pm

Hydrogel ?!? Merupakan suatu bahan polimer yang aman dan tidak beracun bagi lingkungan. Hydrogel digunakan sebagai media tanam, khususnya tanaman hias dalam ruangan yang cocok diletakan diatas meja tamu, meja belajar, meja makan, meja rias atau bisa juga diatas lemari es. Selain digunakan untuk media tanam hydroponics, hydrogel juga dapat digunakan sebagai media pengganti air pada bunga potong yang biasa anda simpan dalam vas bunga transparan seperti bunga potong mawar, sedap malam, dll.

Hydrogel adalah penemuan terbaru yang menarik untuk mempermudah sistem pertanian hidroponik. Kristal-kristal polimer ini bisa dijadikan media tanam yang praktis karena sifatnya yang mampu menyerap air, sehingga pekebun akan dibebaskan dari rutinitas menyiram tanaman, selain itu dengan keanekaragaman warnanya bisa memperbaiki penampilan tanaman secara keseluruhan, karena bisa disesuaikan dengan selera dan diselaraskan dengan warna tanaman. Hal ini dapat menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang ditempatkan di ruang tamu atau di ruang kantor.

Kelebihan hidrogel, selain tampilannya indah berwarna-warni, juga praktis, dapat disiram sebulan sekali, terhindar dari hama tanah, cocok untuk tanaman di dalam ruangan seperti ruang tamu atau meja kerja.

Menurut ensiklopedia Wikipedia, hydrogel adalah suatu jaringan rantai-rantai polimer yang mudah menyerap air, hidrogel adalah polimer penyerap super (superabsorbent), ia dapat mengandung air hingga 99%. Hidrogel adalah kristal-kristal pengisap air, mampu menyerap air 600 kali dari bobotnya. Kristal-kristal ini tampak seperti butiran-butiran kecil kwarsa sebelum jenuh dengan air, dan mirip cabikan jeli jernih bila air ditambahkan.Bahan-bahan pembentuk hydrogel biasanya terdiri dari polyvinyl alcohol, natrium polyacrylate, polimer-polimer acrylate lainnya dan ko-polimer dengan kelompok hydrophilic (pengikat air) yang melimpah.

 

Stroberi Israel “Digantung” di Udara Desember 2, 2009

Filed under: Uncategorized — v3n2y @ 3:03 pm

BAGI para petani stroberi di Tanah Air, tak asing lagi dengan yang namanya varietas kalifornia. Memang, tak bisa dipungkiri Amerika Serikat merupakan produsen stroberi terbesar di dunia, sementara sisanya ditempati negara-negara Eropa. Walaupun teknologi greenhouse juga diterapkan di sana, namun para petani stroberi di AS belum mengadopsi sepenuhnya teknik ini dalam meningkatkan produksi stroberinya. Hampir 100% produksi stroberi Negara Paman Sam dilakukan di ladang-ladang terbuka, menggunakan plastik mulsa dengan tanah yang disterilisasi menggunakan methyl bromida.

Luput dari perhatian, Israel negeri kecil yang lebih dari setengahnya berupa gurun pasir, merupakan negara produsen sekaligus eksportir stroberi yang patut diperhitungkan dengan produksinya yang terus meningkat, sehingga tidak heran bila beberapa petani stroberi di Indonesia mengenal salah satu varietasnya yaitu stroberi Israel, di samping varietas Selandia Baru, Australia dan Yates.

Stroberi merupakan tanaman herba famili Rosaceae, yang secara luas dikonsumsi di seluruh dunia. Bunga dari genus Fragaria ini bersifat biseksual dan mayoritas penyerbukannya dilakukan sendiri. Fragaria vesca ini tumbuh baik pada iklim dingin namun memerlukan cukup cahaya matahari.

Para petani di negara-negara Eropa telah mengadopsi berbagai metode “memaksa tumbuh” stroberinya selama musim dingin untuk meningkatkan harga pasar. Di Belanda dan Belgia, stroberi ditanam di dalam greenhouse menggunakan kantong-kantong dan pot yang diisi substrat berbasis peat. Stroberi juga “dipaksa” untuk tumbuh di lorong-lorong (tunnel) berbahan polyethylene seperti budidaya yang dilakukan di Spanyol, Italia, Prancis, Inggris dan Jerman.

Sementara di Israel dan sebagian daerah otoritas Palestina, stroberi tumbuh sebagai tanaman tahunan, dari September hingga Mei. Di Israel, stroberi ditanam di bawah tunnel polyethylene dan greenhouse menggunakan parit PVC serta wadah-wadah styrofoam yang diisi media nontanah seperti campuran sabut kelapa dan perlit. Varietas yang biasa ditanaman adalah “douglas” dan “tufts”. Juga varietas hasil silangan lokal seperti nurit, rachel, dorit, dan ofra.

Salah satu penemuan paling sukses dalam budidaya stroberi di Israel adalah dengan cara “menggantung”, yakni menanam stroberi pada media-media yang digantung di udara dalam greenhouse. Inovasi ini diharapkan bisa mengubah cara lama bercocok tanam yang kerap menuai masalah. Penanaman stroberi sering bermasalah bila ditanam pada tanah berpasir, kerap tercemar jamur yang tumbuh di tanah berpasir. Stroberi juga memperoleh reputasi buruk karena penggunaan pestisida. Pasar ekspor stroberi Israel ke Eropa sering terganjal karena residu pestisida ini.

Gagasan mengangkat stroberi dari tanah dan menumbuhkannya pada media lepas (kotak-kotak sepanjang 30 meter digantung di udara di dalam greenhouse) datang dari ahli agronomi Dr. Menachem Dinar, yang hingga kini berperan sebagai direktur divisi pengembangan sayuran dan perlindungan tanaman Kementerian Pertanian Israel.

Terbatasnya lahan pertanian, memacu para ilmuwan Israel untuk “mencaplok” lahan-lahan gurun pasir sebagai lahan bercocok tanam, dengan mengembangkan dan memperkenalkan varietas-varietas tanaman yang cocok dengan kondisi wilayah gersang tersebut dan didukung oleh sistem pengairan yang hemat seperti sistem irigasi tetes. Hasilnya, kini lebih dari 40 persen lahan sayuran dan buah-buahan muncul di gurun Negev dan Arava, bahkan 90 persen ekspor melon dihasilkan dari gurun pasir Arava ini. Meningkatnya ekspor ke Eropa baru-baru ini dalam bentuk komoditas hortikultura, buah-buahan maupun tanaman hias dari lembah-lembah panas di gurun Israel, menjadikan Israel sebagai “greenhouse”nya Eropa.

 

Taman Atap November 27, 2009

Filed under: Uncategorized — v3n2y @ 12:35 pm

Degradasi areal terbuka di kota besar janganlah menjadi alasan bagi masyarakat urban acuh pada lingkungan. Salah satu alternatif, yakni membuat taman atap atau roof garden. Sejak awal, konsep taman atap adalah untuk menggantikan lahan hijau yang semakin langka karena keterbatasan ruang. Tren ini sudah berlangsung cukup lama akibat timbulnya kesadaran akan kebutuhan ruang terbuka hijau di perkotaan.

Mendesain taman di lantai atas sebuah hunian prinsipnya mirip dengan konsep menanam tanaman di dalam pot. Hanya, skala medianya agak lebih besar karena berkaitan dengan bangunan yang ada. Untuk mencapai tujuan tanpa mengganggu struktur bangunan hunian, yang perlu diperhatikan adalah sistem aliran air di lantai atas.

Jangan sampai terjadi genangan yang akhirnya dapat membuat rembesan atau bocor ke lantai bangunan. Kemiringan lantai yang ideal adalah 2%—5% menuju pembuangan air. Dasar lantai yang akan dijadikan taman terlebih dulu dilapisi waterproof. Selanjutnya, di atas lapisan tadi diisi media untuk menanam berbagai tanaman.

Untuk jenis tanaman, hampir semua tanaman dapat ditanam di roof garden. Hanya, Anda perlu memperhatikan arah angin dan sinar matahari agar taman berumur panjang. Jadi, ada baiknya Anda mulai memanfaatkan lahan di atap rumah Anda sebagai ruang terbuka hijau yang berfungsi menurunkan suhu udara di sekitar, mengendalikan dan mengurangi polusi udara, meredam kebisingan suara, dan tentu saja menambah estetika.

 

Sejarah dan Asal Usul Suku Tengger November 26, 2009

Filed under: Uncategorized — v3n2y @ 12:40 pm
Tags:

Suku Tengger yang beragama Hindu hidup di wilayah Gunung Bromo, Jawa Timur. Ada banyak makna yang dikandung dari kata Tengger. Secara etimologis, Tengger berarti berdiri tegak, diam tanpa bergerak (Jawa). Bila dikaitkan dengan adat dan kepercayaan, arti tengger adalah tengering budi luhur. Artinya tanda bahwa warganya memiliki budi luhur. Makna lainnya adalah: daerah pegunungan. Tengger memang berada pada lereng pegunungan Tengger dan Semeru. Ada pula pengaitan tengger dengan mitos masyarakat tentang suami istri cikal bakal penghuni wilayah Tengger, yakni Rara Anteng dan Joko Seger.

Hikayat Rara Anteng dan Jaka Seger
Alkisah, pada zaman dahulu, ada seorang putri Raja Brawijaya dengan Permaisuri Kerajaan Majapahit. Namanya Rara Anteng. Karena situasi kerajaan memburuk, Rara Anteng mencari tempat hidup yang lebih aman. Ia dan para punggawanya pergi ke Pegunungan Tengger. Di Desa Krajan, ia singgah satu windu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pananjakan. Ia menetap di Pananjakan dan mulai bercocok tanam. Rara Anteng kemudian diangkat anak oleh Resi Dadap, seorang pendeta yang bermukim di Pegunungan Bromo.

Sementara itu, Kediri juga kacau sebagai akibat situasi politik di Majapahit. Joko Seger, putra seorang brahmana, mengasingkan diri ke Desa Kedawung sambil mencari pamannya yang tinggal di dekat Gunung Bromo. Di desa ini, Joko Seger mendapatkan informasi adanya orang-orang Majapahit yang menetap di Pananjakan. Joko Seger pun melanjutkan perjalanannya sampai Pananjakan.

Joko Seger tersesat dan bertemu Rara Anteng yang segera mengajaknya ke kediamannya. Sesampai di kediamannya, Rara Anteng dituduh telah berbuat serong dengan Joko Seger oleh para pinisepuhnya. Joko Seger membela Rara Anteng dan menyatakan hal itu tidak benar, kemudian melamar gadis itu. Lamaran diterima. Resi Dadap Putih mengesahkan perkawinan mereka.

Sewindu sudah perkawinan itu namun tak juga mereka dikaruniai anak. Mereka bertapa 6 tahun dan setiap tahun berganti arah. Sang Hyang Widi Wasa menanggapi semedi mereka. Dari puncak Gunung Bromo keluar semburan cahaya yang kemudian menyusup ke dalam jiwa Rara Anteng dan Joko Seger. Ada pawisik mereka akan dikaruniai anak, namun anak terakhir harus dikorbankan di kawah Gunung Bromo.

Pasangan ini dikarunia 25 anak sesuai permohonan mereka, karena wilayah Tengger penduduknya sangat sedikit. Putra terakhir bernama R Kusuma.

Bertahun-tahun kemudian Gunung Bromo mengeluarkan semburan api sebagai tanda janji harus ditepati. Suami istri itu tak rela mengorbankan anak bungsu mereka. R Kusuma kemudian disembunyikan di sekitar Desa Ngadas. Namun semburan api itu sampai juga di Ngadas. R Kusuma lantas pergi ke kawah Gunung Bromo. Dari kawah terdengar suara R Kusuma supaya saudara-saudaranya hidup rukun. Ia rela berkorban sebagai wakil saudara-saudaranya dan masyarakat setempat. Ia berpesan, setiap tanggal 14 Kesada, minta upeti hasil bumi. Cerita lain menunjukkan saudara-saudara R Kusuma menjadi penjaga tempat-tempat lain.

Kini upacara itu terkenal dengan nama Kesada. Pada upacara Kesada, dukun selalu meriwayatkan kisah Joko Seger – Rara Anteng.

 

Hello world! Oktober 7, 2009

Filed under: Uncategorized — v3n2y @ 11:51 am
Tags:
 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.