Avokad memang banyak mengandung lemak. Tapi jangan salah, lo, lemak avokad tergolong “lemak baik”, mampu meredakan tekanan darah tinggi dan kelebihan kolesterol darah. Jika Anda pengidap diabetes, avokad bisa jadi pilihan yang menyehatkan. Tentu saja, buah sehat ini harus disajikan sebagai santapan yang sehat pula.
DIBANDINGKAN dengan buah-buahan jenis lain yang mana pun, tak terkecuali durian, avokad paling banyak mengandung lemak! Durian yang kita sangka sangat berlemak, ternyata hanya mengandung lemak 3 persen. Sementara lemak dalam avokad lebih dua kali lipatnya, yakni 6,5 persen
Jadi, bagaimana duduknya perkara sampai buah sarat lemak seperti avokad ini bisa disebut makanan sehat? (Padahal, ayam goreng dan kentang goreng ala restoran fast food yang sama-sama kaya lemak, kita sumpah-sumpahi sebagai makanan rongsokan alias junk food) Nah, inilah kisah sehat si avokad.
ANTIKERIPUT & BIKIN AWET MUDA
Kendati tidak banyak, avokad cukup mengandung vitamin A dan klorofil. Di dalam lemaknya tersimpan banyak vitamin E. Kombinasi vitamin A, klorofil, dan vitamin E sebagai antioksidan terbukti menjaga kulit penduduk Meksiko tampak kenyal dan segar meski telah berumur. Jarang pula yang terserang kanker. Mereka amat gemar makan saus avokad (guacamole), seperti kebiasaan kita makan sambal di sini.
Kandungan kaliumnya yang tinggi menjadikan avokad buah pembentuk basa. Dalam teori Food Combining, makanan pembentuk basa melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas, sehingga tidak mudah rusak. Dampak paling nyata dari sel yang terjaga adalah wajah tampak awet muda. Nah, rugi, kan, kalau kita tetap menjauhi avokad?
Mata sering berkunang-kunang dan kepala pening? Periksakan ke dokter. Jika benar kita menderita kurang darah (Hb rendah), jangan ragu makan avokad. Di dalam avokad terdapat zat besi dan zat tembaga, yang berperan penting dalam pembentukan darah segar dan mencegah anemia akibat kurang gizi besi. Magnesium dan kalsiumnya membantu menjaga kesehatan tulang.
Avokad baik bagi ibu hamil. Kandungan asam folatnya amat dibutuhkan janin, agar otak dan tulang belakangnya dapat tumbuh sehat sempurna. Satu buah sedang avokad mengandung 114 mkg asam folat, sudah memenuhi 30 persen kecukupan asam folat harian yang dianjurkan.
Selain asam folat, kandungan vitamin B-kompleks lain yang tersimpan dalam avokad adalah vitamin B6. Penting untuk mengontrol fungsi sistem saraf. Rendahnya konsentrasi vitamin B6 dalam darah mudah menimbulkan mual-mual pada trimester pertama kehamilan. Nah, makan avokad pada pra-kehamilan dan selama hamil dapat mencegah mual karena ngidam.
Belakangan sejumlah ilmuwan menemukan fakta baru. Avokad sarat glutation, senyawa fitokimiawi alami non-gizi yang berkhasiat. Glutation merupakan antioksidan kuat pengusir beragam kanker, khususnya kanker mulut dan tenggorokan, serta mencegah serangan jantung. Dibandingkan dengan pisang, apel, blewah, maupun anggur, kandungan glutation dalam avokad 3 kali lipatnya.
Beta-sitoterol adalah senyawa fitokimiawi lain yang ditemukan dalam alpukat. Lemak nabati merupakan bagian “lemak baik”, khasiatnya menurunkan seluruh jenis lemak darah yang dapat memicu penyakit akibat gangguan pembuluh, khususnya stroke dan serangan jantung. Beta-sitosterol akan menormalkan kadar “kolesterol jahat”, trigliserida, maupun total lemak darah. Jumlahnya mencapai 4 kali lipat dibanding yang terdapat dalam pisang, apel, anggur, maupun blewah.





















SocialVibe